Ketika masih sama-sama single, suka-duka hidup selalu dibagi bersama di antara
dua sahabat. Saat membayangkan nantinya Anda dan sahabat akan memiliki pasangan
sendiri-sendiri, masing-masing berjanji dalam hatinya tidak akan mengacuhkan
yang lain dan persahabatan mereka nomor satu dibanding kekasih
masing-masing.
Banyak yang berhasil mewujudkan hal ini, persahabatan
tidak terganggu walaupun kedua sahabat sudah sama-sama membina rumah tangga.
Namun banyak juga yang harus makan ati ketika sahabatnya dimabuk cinta dan dia
harus menerima kenyataan sebagai single yang ditinggalkan sahabatnya. Jika Anda
mulai merasa demikian, berikut taktik dari ahli perilaku, Dr Pam Spurr, seperti
dikutip dari Daily Mail.
Jika Anda di posisinya
Sebelum dongkol, coba
bayangkan bagaimana jika Anda yang berada di posisinya. Mungkin Anda juga akan
sangat senang hingga ingin menghabiskan waktu bersama kekasih ketimbang bersama
sahabat. Coba lihat lagi bagaimana perilaku kekasih sahabat Anda, mungkin dia
memang begitu menyita perhatian entah karena pesona atau karena sifatnya yang
mendominasi.
Pahami perasaan Anda
Hei.. sebenarnya apa yang membuat
Anda merasa sedih atau jengkel dengan sahabat? Cobalah menggali perasaan Anda
sendiri. Apakah benar-benar karena sikap sahabat Anda yang menyebalkan? Atau
jangan-jangan karena dalam lubuk hati terdalam Anda merasa 'mengapa itu tidak
terjadi padaku'.
Apa Anda terlalu bergantung?
Punya sahabat yang
menyenangkan kadang-kadang membuat kita tanpa sadar bergantung padanya.
Kebahagiaan kita menjadi digantungkan pada sahabat. Anda mengandalkan dia
menjadi tempat berbagi masalah, mengandalkan dia saat Anda tidak mau terlihat
sendirian di depan umum, mengandalkan dia ketika orang-orang menanyakan 'kapan
menikah'. Jika ini masalahnya, maka Anda harus lebih mandiri saat ini
juga.
Menyibukkan diri dengan hal baru
Kesedihan karena tidak diacuhkan sahabat sering membuat Anda tidak bisa melihat
sisi positifnya. Saat inilah Anda bisa melakukan banyak hal yang sebelumnya
tidak bisa dilakukan berdua dengan sahabat Anda. Salah satunya adalah dengan
menjadi magnet pertemanan di setiap acara yang Anda hadiri! Anda bintangnya, dan
inilah saatnya memancarkan pesona Anda tanpa takut sahabat Anda merasa
didominasi.
Lugas dan tegas berbicara
Well, terkadang seorang sahabat
yang dimabuk cinta memang menyebalkan, menempatkan Anda di bawah kekasihnya.
Jika hal ini benar-benar terjadi, seperti contohnya dia membatalkan rencana hang
out dengan Anda di menit-menit terakhir karena kekasihnya ingin bersamanya, Anda
bisa mengatakan dengan lugas dan tegas bahwa hal itu tidak
menyenangkan.
Double date
Jika pergi bersama sahabat Anda menjadi
tidak menyenangkan lagi karena dia selalu mengajak kekasihnya, rancang saja
sebuah double date. Minta kekasih sahabat Anda untuk membawa teman pria juga
untuk Anda. Fair enough, isn't it?
Menerima kenyataan
Ketika sahabat
tidak lagi peduli dengan Anda, dan setiap perjumpaan hanya berujung pada hal
tidak menyenangkan, maka itulah saat Anda harus merelakan sahabat Anda pergi.
Ada banyak petualangan dengan orang-orang baru menanti Anda di depan, jadi
jangan takut untuk berjalan sendirian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar